jump to navigation

SISKOMSAT (2) September 13, 2006

Posted by phandaka in Pengetahuan dasar, Uncategorized.
2 comments

Orbit Satelit

Satelit berfungsi sebagai repeater atau pengulang sinyal informasi yang ditempatkan di angkasa. Prinsip kerjanya hampir sama dengan repeater radio pada komunikasi radio terrestrial, yaitu antenna satelit menerima sinyal yang dipancarkan dari antenna di stasiun bumi kemudian diperkuat dan dipancarkan kembali ke bumi dengan frekuensi yang berbeda

<>Teknologi satelit berawal dari tulisan Arthur C. Clarke (1945) yang berjudul Extra Terrestrial Relays, tulisan ini berawal dari kondisi pada waktu itu yaitu adanya keterbatasan jarak untuk transmisi radio terrestrial (permukaan bumi). Pada tulisan tersebut diungkapkan tentang visinya bahwa pada dasarnya telekomunikasi melalui radio bisa dilakukan menjangkau seluruh permukaan bumi apabila kita menempatkan tiga buah stasiun pengulang sinyal radio (relay station) di ruang angkasa pada suatu jarak tertentu .

BUMI

RELAY

RELAY

RELAY

36.000 KM

Stasiun relay (satelit) tersebut ditempatkan pada suatu lintasan yang disebut ‘orbit’. Pembagian jenis orbit menurut jaraknya dari permukaan bumi adalah :

<>

  • <>Geostationer Earth Orbit (GEO), yaitu suatu lintasan di angkasa yang mengelilingi bumi dengan karakteristik antara lain sebagai berikut :


o Tinggi orbit : sekitar 35.800 km, diatas permukaan bumi.

o Periode Orbit : 24 jam

o Kecepatan putar : 11.000 km/jam,

o Waktu Tampak : Selalu tampak ( karena kecepatan putar satelit sama dengan kecepatan putar bumi)

o Delay Time : 250 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)

o Jumlah Satelit : 3 (Global Coverage)

o Penggunaan : Banyak digunakan oleh satelit untuk sistem telekomunikasi tetap, seperti Palapa, Intelsat, Asiasat, dll.

<>
Contoh penempatan satelit pada orbit geostasioner (1999) :

Satelit pada orbit geostasioner

<>

  • <> Medium Earth Orbit (MEO), yaitu suatu lintasan di angkasa yang mengelilingi bumi dengan karakteristik antara lain sebagai berikut :

o Tinggi orbit : sekitar 6.000 – 12.000 km, diatas permukaan bumi.

o Periode Orbit : 5 – 12 jam

o Kecepatan putar : 19.000 km/jam,

o Waktu Tampak : 2 – 4 jam per hari

o Delay Time : 80 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)

o Jumlah Satelit : 10 – 12 (Global Coverage)

o Penggunaan : Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) misalnya satelit Oddysey dan ICO.

  • Low Earth Orbit (LEO), yaitu suatu lintasan di angkasa yang mengelilingi bumi dengan karakteristik antara lain sebagai berikut :

o Tinggi orbit : 200 – 3000 km, diatas permukaan bumi.

o Periode Orbit : 1.5 jam

o Kecepatan putar : 27.000 km/jam,

o Waktu Tampak : < 15 menit per hari

o Delay Time : 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)

o Jumlah Satelit : 50 (Global Coverage)

o Penggunaan : Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) contohnya satelit Iridium dan Global Star. .

Pembagian jenis orbit tidak hanya berdasar tingginya dari permukaan bumi tetapi juga dibagi menurut sudut lintasannya karena bumi berbentuk seperti bola, yaitu :

CIRCULAR EQUATORIAL

CIRCULAR POLAR

ELLIPTTICALLY INCLINED

  • Circular Equatorial Orbit

Orbit ini mempunyai sudut yang sejajar dengan garis horizon dan merupakan orbit geostasioner, yaitu tempat dimana sebagian besar satelit telekomunikasi berada. Pada orbit inilah seluruh permukaan bumi bisa dicakup oleh tiga satelit dengan perbedaan sudut sebesar 120 derajat, atau menurut perhitungan Intelsat posisi satelit tersebut adalah : <>

  • <>30 O E (East) : area Afrika dan Eropa, atau diatas samudera India ( Indian Ocean Region/ IOR )
  • 50 O E (East) : area China dan Oceania, diatas samudra Pasifik ( Pacific Ocean Region / POR )
  • 90 O E (East) : area Amerika, diatas samudera Atlantik ( Atlantic Ocean Region / AOR ).

  • Elliptically Inclined Orbit

Orbit ini membentuk sudut inklinasi (miring) terhadap bidang khatulistiwa dengan kemiringan sekitar 63 derajat. Perioda orbit adalah 12 jam sehingga diperlukan minimal 2 satelit per hari yang harus tampak. Orbit ini dipakai untuk sistem komunikasi di daerah Rusia dan sekitarnya karena dengan kemiringan ini maka daerah disekitar kutub bisa dicakup Contoh satelit komunikasi yang menggunakan orbit ini adalah satelit Molniya milik Russia untuk keperluan telekomunikasi domestiknya.

  • Circular Polar Orbit

Orbit ini mempunyai lintasan yang tegak lurus terhadap garis khatulistiwa, sehingga apabila akan digunakan untuk telekomunikasi global perlu ditempatkan banyak satelit. Dipergunakan untuk keperluan navigasi, pengamatan di bidang meteorologi dan sumber-sumber alam.

SISTEM KOMUNIKASI SATELIT (1) September 13, 2006

Posted by phandaka in Pengetahuan dasar.
2 comments

Intro

Dalam teknologi telekomunikasi terdapat tiga jenis sistem saluran transmisi sebagai media pengiriman sinyal informasi, yaitu:

  • saluran transmisi melalui media kabel tembaga yang biasanya digunakan untuk komunikasi jarak pendek,
  • saluran transmisi melalui media udara (gelombang radio) untuk komunikasi jarak jauh dengan area yang luas,
  • saluran transmisi melalui media serat optik, digunakan untuk jarak pendek maupun jarak jauh pada area tertentu dengan bandwidth yang besar.

Untuk komunikasi menggunakan gelombang radio terbagi menjadi lima macam menurut metoda perambatan gelombangnya (propagasinya), yaitu:

  • komunikasi radio melalui gelombang permukaan (ground wave),
  • komunikasi radio dengan memanfaatkan pantulan lapisan ionosfir (sky wave),
  • komunikasi radio secara langsung dari pemancar ke penerima (direct wave),
  • komunikasi radio dengan perambatan gelombang secara acak dengan memanfaatkan pantulan lapisan troposfir (scattering wave) ,
  • komunikasi radio dengan menggunakan teknologi satelit (satellite transmission).

 

Siskomsat (sistem komunikasi satelit)

Teknologi satelit masih dipergunakan sebagai media utama sistem telekomunikasi di Indonesia karena mengingat kondisi geografisnya yang terdiri dari ribuan pulau, dimana apabila dibangun infrastruktur berupa kabel akan memerlukan biaya yang sangat tinggi baik investasi, operasional, pemeliharaan maupun pengembangannya.

Saat ini terdapat sejumlah satelit yang berada di ruang angkasa Indonesia, antara lain yaitu satelit Palapa, Telkom, Cakrawarta, Garuda, Asiasat, Intelsat, Chinasat, Measat, dsb.

Untuk pemakaian komunikasi domestik dan siaran televisi, sebagian besar perusahaan telekomunikasi serta broadcaster di Indonesia menggunakan satelit Palapa & Telkom, sedangkan untuk komunikasi internasional selain menggunakan saluran kabel bawah laut juga menggunakan satelit Intelsat.

TELEKOMUNIKASI (History) September 12, 2006

Posted by phandaka in Pengetahuan dasar.
1 comment so far

Menurut asal katanya Telekomunikasi (telecommunication) berasal dari kata “Tele” yang artinya”Jauh” dan “Komunikasi” yang artinya “Pengiriman Informasi”. Jadi Telekomunikasi adalah pengiriman informasi dari jarak jauh.
Telekomunikasi menjadi suatu ilmu tersendiri yang terus berkembang seiring dengan kebutuhan manusia untuk saling berkomunikasi dimana saja mereka berada.

Pada jaman dahulu informasi jarak jauh disampaikan dalam bentuk kode-kode singkat yang mengandung arti tertentu dan dikirim melalui media suara dan visual seperti suara kentongan, suara peluit, cahaya lampu, kibaran bendera dan sebagainya, tentu saja dengan jarak yang sangat terbatas.

Pada tahun 1844, Samuel Morse (pencipta kode morse & mesin telegraf) berhasil mengirimkan informasinya sejauh lebih dari 60 km melalui bentangan kawat dari Washington ke Baltimore, Amerika Serikat. Mulai saat itulah dikembangkan saluran kawat sejauh ribuan kilometer di Amerika Serikat khususnya di sepanjang rel kereta api sebagai sarana pengiriman berita melalui sistem telegraph.

Pada tahun 1849, Antonio Meucci berhasil mengirimkan sinyal suara melalui kawat tembaga yang dikenal dengan sistem telepon. Selama ini yang kita tahu bahwa penemu telepon adalah Alexander Graham Bell, tetapi setelah melalui penelitian dan persidangan yang dilakukan di Amerika Serikat (tahun 2002) kemudian dinyatakan bahwa Antonio Meucci-lah yang dinyatakan sebagai penemu sistem telephoni.

Pada tahun 1900, Guglielmo Marconi mematenkan penemuannya yaitu pengiriman telegraf tanpa melalui kabel yaitu dengan menggunakan gelombang radio. Mulai saat itulah dikembangkan teknologi wireless yaitu pengiriman informasi tanpa kabel.

Dilanjutkan dengan penemuan sistem televisi oleh John Logie Baird pada tahun 1925, peluncuran satelit ke angkasa (Sputnik1 oleh Soviet/1957, dan Echo oleh USA/1960) maka dimulailah industri telekomunikasi yang berkembang ke seluruh dunia.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.